Overview

Biaya logistik di Indonesia tertinggi dibanding 5 negara ASEAN lainnya, 24% PDB setara dengan Rp. 3.560 Triliun. Indeks Logistik Global atau Logistic Performance Index yang selanjutnya ditulis LPI merupakan lembaga survei yang dirilis Bank Dunia untuk mengukur kinerja logistik Negara-negara di dunia. Ada 160 negara di dunia yang menjadi fokus perhatian lembaga ini. Sistem logistik yang efisien dan berkinerja baik merupakan faktor utama peningkatan pertumbuhan ekonomi secara nasional. 

Terdapat beberapa komponen yang menjadi ukuran indeks LPI diantaranya adalah efisiensi pengurusan di sektor Logistik, kualitas infrastruktur perdagangan dan transportasi, kemudahan mengatur pengiriman barang internasional dengan harga kompetitif, kompetensi dan kualitas pelayanan logistik, kemampuan pelacakan dan penelusuran barang, dan ketepatan waktu pengiriman barang atau jasa. Gambar dibawah ini menunjukan perkembangan data survei kinerja logistik Negara-negara asia tenggara versi LPI yang dirilis Bank Dunia sejak 2012 hingga 2018. 

Pengelolaan jasa logistik yang terintegrasi akan menekan biaya logistik menjadi lebih murah. Untuk wilayah asia tenggara, Indonesia harus belajar dari Singapura yang bertengger di lima besar Negara-negara dunia dengan Indeks kinerja Logistik yang tergolong sangat baik. Sistem logistik yang baik memiliki peran strategis untuk menyelaraskan kemajuan antar sektor ekonomi dan antar wilayah demi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus menjadi benteng bagi kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional (national economic authority and security). 

Dari rumusan persoalan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa yang mesti dilakukan Indonesia tidak hanya sekedar peningkatan daya saing, melainkan harus ada terobosan baru yang mampu mewujudkan peningkatan ranking Indonesia. Dalam kontesk persaingan diantara Negara-negara Asia Tenggara harus ada terobosan/pendekatan yang berbeda untuk mencapai hasil yang berbeda.

 

Permasalahan

  • Membutuhkan fasilitas infrastruktur untuk kolaborasi dari entitas bisnis dan pemerintahan agar bisa saling bertukar data.

 

Solusi

  • Memberikan fasilitas infrastruktur digital sebagai collaborator bagi entitas bisnis dan pemerintah untuk dapat saling bertukar data dengan metode API sehingga terhindar adanya repetisi, duplikasi dan inefisiensi.
  • Menyediakan solusi yang memenuhi kriteria pada ruang lingkup pengadaan Pengembangan API Collaboration, spesifikasi umum dan spesifikasi teknis;
  • Menyediakan dukungan teknis selama 7 x 24 jam baik On Call maupun On-site Support;
  • Memberikan Pelatihan sebanyak minimal 2 (dua) kali, diikuti oleh minimal 10 (sepuluh) orang peserta

 

Kebutuhan sistem

Frontend

  • Web-based application
  • Desain harus memperhatikan konsep responsive-web
  • Dibangun dengan menggunakan modern web framework menggunakan ReactJS
  • Mendukung reusable component frontend
  • Mendukung progressive web app

Backend

  • WebService (RESTful)
  • WebService harus menyediakan semua endpoint yang mampu melayani kebutuhan pada aplikasi frontend
  • Harus memperhatikan high-performance RESTful API design
  • Dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman java Spring Boot
  • Aplikasi harus siap dipublikasikan ke cluster (cluster-ready)

API Gateway

  • Menyediakan portal manajemen API
  • Menyediakan portal API access management
  • Analytics
  •  Scalable

Distributed Messaging

  • Menggunakan metode distributed messaging kafka
  • Dapat melakukan pub/sub secara otomatis
  • Dapat melakukan proses distribusi data ke berbagai sumber data untuk keperluan yang spesifik

CI/CD

  • Memperhatikan pengembangan dengan CI/CD